PANCASILA
SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN ILMU
MAKALAH
Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pancasila
Dosen Pengampu : Drs. Muh Mukibat,
M.Pd
Disusun Oleh: Kelompok 3
Agus
Sampurno (201801300896009)
Khotimatus Sa’adah (201801260397010)
Aan Nur Kholis
(201801081099011)
Mikel Amriko (201801020299012)
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS
TARBIYAH DAN
KEGURUAN
INSTITUT
AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah
SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya,sehingga kami dapat
menyusun makalah pendidikan pancasila tentang pancasila sebagai dasar nilai
pengembangan ilmu.
Makalah ini kami susun guna memenuhi
tugas-tugas bagi mahasiswa program
S-1 Jurusan Manajemen Pendidikan Islam tahun
ajaran 2018/ 2019 mata kuliah Pendidikan Pancasila.
Dalam pengumpulan data kami dibantu oleh
berbagai pihak terkait termasuk sesama rekan mahasiswa lainnya. Atas selesainya
makalah ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini dengan lancar.
2. Kedua orang tua kami yang telah membantu
dengan doa sehingga laporan ini selesai.
3. Drs. Muh Mukibat, M.Pd selaku dosen pengajar mata kuliah Pendidikan Pancasila.
4. Teman – teman semua yang telah membantu
kelancaran pembuatan makalah ini.
Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini
masih banyak kekurangannya. Dengan segala kerendahan hati, kami mengharapkan
kritik dan saran demi perbaikan makalah ini. Akhirnya kami berharap semoga
karya sederhana ini bermanfaat bagi kita semua.
Malang, 02 Desember 2018
Kelompok 3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Era globalisasi menuntut adanya berbagai
perubahan. Demikian juga bangsa Indonesia pada saat ini terjadi perubahan
besar-besaran yang disebabkan oleh pengaruh dari luar maupun dari dalam negeri.
Kesemuanya di atas memerlukan kemampuan warga Negara yang mempunyai bekal ilmu
pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila.
Setiap bangsa selalu mengimpikan
terwujudnya masyarakat madani. Salah satu hal penting yang menopang terwujudnya
masyarakat madani adalah kehidupan masyarakat yang maju dan moderen.
Pengembangan dan peuguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) merupakan
salah satu syarat menuju terwujudnya kehidupan masyarakat bangsa yang maju dan
moderen. Pengembangan dan penguasaan iptek menjadi semakin penting, manakala
dikaitkan dengan kehidupan global yang ditandai dengan persaingan. Namun
demikian pengembangan iptek bukan semata-mata untuk mengejar kemajuan material
melainkan harus memperlihatkan aspek-aspek spiritual. Artinya, pengembangan
iptek harus diarahkan untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin.
Keberhasilan manusia mencapai tujuan dan
hakikat hidupnya untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin, maka manusia
menggunakan iptek sebagai usaha kreativitas manusia melelui proses akal dan
pikirannya. Berdasarkan kreativitas akal dan pikiran manusia dalam
mengembangkan iptek manusia mampu mengolah kekayaan alam yang disediakan oleh
Tuhan Yang Maha Esa untuk kepentingan kesejahteraan manusia. Fungsi iptek
hanyalah sebagai pengolah kekayaan untuk kepentingan kesejahteraan manusia,
oleh sebab itu usaha-usaha iptek harus mengikuti nilai-nilai dan moral
Ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab.
Dalam kenyataannya perkembangan Ilmu
pengetahuan dan Tekhnologi sekarang terkadang jauh melenceng dari dasar-dasar
dan nilai-nilai luhur Pancasila. Perkembangan yang IPTEK yang pesat ini justru
menggrogoti ideologi Pancasila. Setiap orang berlomba-lomba untuk memperoleh
perubahan dan kemajuan untuk kehidupan yang serba instan.
Makalah ini akan mencoba membahas tentang
dasar-dasar nilai Pancasila dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi
di Era Moderen ini.
B. Rumusan Masalah
1. Mengapa perkembangan Ilmu
Pengetahuan dan Tekhnologi (IPTEK) perlu mendasarkan kepada nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila?
2. Apa saja yang dapat kita lihat dalam masing-masing sila Pancasila mengenai sistem etika dalam pembangunan IPTEK?
3. Apakah hubungan antara Pancasila dan Perkembngan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi?
2. Apa saja yang dapat kita lihat dalam masing-masing sila Pancasila mengenai sistem etika dalam pembangunan IPTEK?
3. Apakah hubungan antara Pancasila dan Perkembngan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi?
C. Tujuan
1. Mengetahui pentingnya pemahaman nilai-nilai
yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar perkembangan Ilmu Pengetahuan dan
Tekhnologi.
2. Mengenali sistem etika pembanguanan Ilmu
pengetahuan dan Tekhnologi dalam masing-masing sila Pancasila.
3. Memahami hubungan antara Pancasila dan
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pancasila Sebagai Dasar Perkembangan IPTEK
Pancasila
mengandung hal-hal yang penting dalam pengembangan ilmu dan teknologi.
Perkembangan IPTEK dewasa ini dan di masa yang akan datang sangat cepat, makin
menyentuh inti hayati dan materi di satu pihak, serta menggapai angkasa luas
dan luar angkasa di lain pihak, lagi pula memasuki dan mempengaruhi makin dalam
segala aspek kehidupan dan institusi budaya. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan
Tekhnologi yang tidak dibarengi dengan dasar-dasar Pancasila yang kuat justru
akan menjadi aspek penghancur bangsa, terutama dari segi moralitas dan
mentalitas.
Perubahan
dan perkembangan tekhnologi yang terlampau deras menyebabkan terlalu mudahnya
informasi dari seluruh penjuru dunia masuk ke dalam bangsa kita. Segala
kemudahan dalam berinteraksi juga semakin tidak dapat dibendung lagi. Hal
tersebut didukung dengan adanya perkembangan gadget yang menyediakan
layanan-layanan dan berbagai fasilitas canggih untuk berkomunikasi.
Sesungguhanya semua kemajuan ini sangat membantu dan meringankan kita dalam
melakukan aktivitas. Pekerjaan akan semakin cepat terselesaikan dan menghemat
waktu serta tenaga. Kini tiada lagi jarak yang berarti dalam bertukar
informasi. Kehidupan di dalam masyarakat semakin nyaman dan menyenakan.
Masyarakat madani pun akan semakin mudah tercapai, walaupun di sisi lain hal
ini merupakan suatu tantangan bagi bangsa kita untuk dapat mengikuti
perkembangan dan kemajuan tekhnologi. Sebab tak kan tercipta masyarakat madani
apabila perkembangan dan kemajuan tekhnologi kita masih terbelakang dan hanya
bertumpu kepada bangsa asing. Masyarakat akan selalu tergantung kepada pihak
lain dan bertolak dari kemandirian serta cenderung akan mendekati masyarakat
yang konsumtif.
Bangsa
Indonesia adalah bangsa yang sedang berkembang. Dalam proses perbaikan dari
segala segi kehidupan, baik dalam segi sosial, politik, ekonomi, ilmu
pengetahuan dan tekhnilogi serta budaya. Pembanguan demi pembanguan sarana dan
prasarana selalu digalakan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,
dengan harapan agar bangsa kita tidak tertinggal dengan bangsa-bangsa lain.
Walaupun semua itu dengan pengorbanan yang sangat besar. Negara harus berhutang
kepada negara donatur untuk setiap pembanguan dan kemajuan IPTEK bangsa.
Hasilnya dapat kita nikmati sekarang. Bangsa Indonesia tidak kalah majunya
dengan negara-negara tetangga. Berbagai fasilitas publik telah tersedia demi
meunjang jalan perekonomian bangsa. Barang-barang canggih banyak didatangkan
dari luar negeri. Mulai dari perabotan rumah tangga sampai kendaraan bermotor.
Namun, seiring dengan kemajuan pendidikan di Indonesia. Sekarang sebagian
masyarakat Indonesia sudah dapat merakitnya sendiri, walaupun masih mengimpor
bahan dasarnya. Ini, setidaknya Indonesia terus mengikuti perkembangan dan kemajuan
tekhnologi. Sehingga tidak heran jika mulai terdapat berbagai barang elektronik
buatan anak bangsa. Memang terasa sangat membanggakan mendengarnya. Namun,
tanpa kita sadari dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang
begitu santernya kita mulai melupakan akan apa tujuan dari yang kita lakukan
ini. Padahal hal ini tercantum jelas dalam landasan ideologi bangsa kita
(Pancasila) bahwa mengembangkan iptek haruslah secara beradab. Tercantum dalam
sila kedua yang berbunyi ”Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Perkembangan dan
kemajuan IPTEK seharusnya diwujudkan untuk keadilan dan kehidupan yang beradab
serta bermoral. Dengan segala fasilitas dan kemudahan yang ada seharusnya
menyokong kita untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa kita, bukannya
sebagai alat menindas atau berbuat kejahatan serta kecurangan bagi mereka yang
memegang penguasaan akan IPTEK.
Di
sinilah betapa pentingnya landasan Pancasila yang kental dalam setiap hati
nurani anak bangsa Indonesia agar tidak akan timbul penyalahgunaan perkembangan
dan kemajuan IPTEK dalam kehidupan masyarakat. Seperti yang dapat kita lihat
dalam kehidupan keseharian. Berbagai macam informasi dapat dengan mudah
disebarkan kepada khalayak. Seseorang yang berniat jahat kepada orang lain
dapat dengan mudah untuk menghancurkan nama baiknya. Misalnya dengan
menyebarkan sms-sms fiktif yang isinya menjatuhkan atau memberikan berita
miring tentang orang tersebut dikarenakan dendam pribadi ataupun sakit hati.
Fenomena lain yang sangat mengkhawatirkan adalah kalangan remaja bahkan
anak-anak dapat dengan mudah memperoleh informasi tentang apa saja yang mereka
inginkan, padahal informasi itu bukanlah porsi yang tepat bagi mereka. Banyak
kenakalan remaja terjadi, seperti pacaran kelewat batas yang menyebabkan MBA
(Married by Accident). Itu semua berawal dari informasi yang seharusnya belum
ia terima pada seusianya. Hal tersebut menyebabkan timbul keinginan untuk
mencoba-coba. Hal yang paling mencengangkan adalah hasil penelitian yang
dilakukan oleh Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) menunjukan bahwa sebesar 96%
siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kota-kota besar sudah pernah menonton
video porno yang mereka dapat mengaksesnya dengan mudah dari internet. Dengan
tanpa dibarengi pengawasan dari orang tua yang ketat serta kekuatan iman dan
taqwa, perkembangan IPTEK justru menjadi malapetaka bagi generasi penerus
bangsa.
Peristiwa-peristiwa
tersebut tidak akan terjadi apabila masing-masing individu memegang teguh
dasar-dasar Pancasila. Penanaman Pendidikan Pancasila sejak usia dini merupakan
antisipasi awal dalam membangun filter bagi perkembangan dan kemajuan IPTEK
yang terlamapau deras. Sehingga moral dan mental anak bangsa justru tidak
melorot menghadapinya di tengah-tengah perubahan zaman. Dasar-dasar Pancasila
dijadikan sebagai tameng untuk penangkal hal-hal yang buruk dalam perkembangan
IPTEK. Lima sila yang terdapat dalam Pancasila mengandung nilai-nilai luhur
yang merupakan suatu rumusan kompleks dan menyeluruh dalam menjalani kehidupan
berbangsa dan bernegara. Dengan demikian diharapan dapat tercipta kehidupan
masyarakat yang adil, beradab dan sejahtera, serta menyuluruh di setiap elemen
lapisan masyarakat.
B.
Sistem Etika Pembangunan dalam Pancasila
Pancasila
merupakan satu kesatuan dari sila-silanya harus merupakan sumber nilai,
kerangka pikir serta asas moralitas bagi pembangunan iptek. Sebagai bangsa yang
memiliki pandangan hidup Pancasila, maka tidak berlebihan apabila pengembangan
iptek harus didasarkan atas paradigma Pancasila. Apabila kita melihat sila-sila
demi sila menunjukkan sistem etika dalam pembangunan iptek.
Sila
Ketuhanan Yang Maha Esa, mengimplementasikan ilmu pengetahuan, menciptakan,
perimbangan antara rasional dan irrasional antara akal, rasa dan kehendak.
Berdasarkan sila pertama ini iptek tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan,
dibuktikan dan diciptakan tetapi juga mempertimbangkan maksud dan akibatnya
kepada kerugian dan keuntungan manusia dan sekitarnya. Pengolahan diimbangi
dengan pelestarian. Sila pertama menempatkan menusia di alam semesta bukan
sebagai sentral melainkan sebagai bagian yang sistematika dari alam yang
diolahnya.
Sila
kemanusiaan yang adil dan beradab, memberikan dasar-dasar moralitas bahwa
manusia dalam mengembangkan iptek haruslah secara beradab. Iptek adalah bagian
dari proses budaya manusia yang beradab dan bermoral. Oleh karena itu,
pembangunan iptek harus berdasarkan kepada usaha-usaha mencapai kesejahteraan
umat manusia. Iptek harus dapat diabadikan untuk peningkatan harkat dan
martabat manusia, bukan menjadikan manusia sebagai makhluk yang angkuh dan
sombong akibat dari penggunaan iptek.
Sila
persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa
nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek
persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan
pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari
factor kemajuan iptek. Oleh sebab itu, iptek harus dapat dikembangkan untuk
memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan selanjutnya dapat
dikembangkan dalam hubungan manusia Indonesia dengan masyarakat internasional.
Sila
kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan
perwakilan, mendasari pengembangan iptek secara demokratis. Artinya, setiap
ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan iptek. Selain itu dalam
pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai
kebebasan orang lain dan harus memilki sikap yang tebuka artinya terbuka untuk
dikritik/dikajiulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.
Sila
keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengimplementasikan pengembangan
iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu
keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan
Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan
negara serta manusia dengan alam lingkungannya. (T. Jacob, 1986).
Berangakat dari
pemikiran tersebut, maka pengembangan iptek yang didasarkan pada nilai-nilai
Pancasila diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas hidup dan kehidupan
masyarakat.
C. Hubungan Antara Pancasila
dan Perkembangan IPTEK
Negara
Indonesia adalah Negara kepulauan, Jumlah pulau di Indonesia menurut data
Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia tahun 2004 adalah sebanyak 17.504
buah. 7.870 di antaranya telah mempunyai nama, sedangkan 9.634 belum memiliki
nama. Indonesia memiliki perbandingan luas daratan dangan lautan sebesar 2:3.
Letaknya sangat strategis, di antara dua samudra yaitu samudra Hindia dan
Samudra Pasifik serta dihimpit oleh dua benua yaitu benua Asia dan benua
Australia. Selain itu Negara kita dilintasi oleh garis khatulistiwa yang
menyebabkan Indonesia beriklim tropis. Hal ini menyebabkan Indonesia sangat
kaya akan fauna dan flouranya. Indonesia memiliki 10% hutan tropis dunia yang
masih tersisa. Hutan Indonesia memiliki 12% dari jumlah spesies mamalia dunia
dan 16% spesies binatang reptil dan ampibi, serta 1.519 spesies burung dan 25%
dari spesies ikan dunia. Sebagian di antaranya adalah endemik atau hanya dapat
ditemui di daerah tersebut.
Selain
memiliki kekayaan alam yang menakjubkan, Indonesia juga sangat kaya akan suku
bangsa, budaya, agama, bahasa, ras dan etnis golongan. Sebagai akibat
keanekaragaman tersebut Indonesia mengandung potensi kerawanan yang sangat
tinggi pula, hal tersebut merupakan faktor yang berpengaruh terhadap potensi
timbulnya konflik sosial. Kemajemukan bangsa Indonesia memiliki tingkat
kepekaan yang tinggi dan dapat menimbulkan konflik etnis kultural. Arus
globalisasi yang mengandung berbagai nilai dan budaya dapat melahirkan sikap
pro dan kontra warga masyarakat yang menyebabkan konflik tata nilai.
Bentuk
ancaman terhadap kedaulatan negara yang terjadi saat ini menjadi bersifat multi
dimensional yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri, hal ini
seiring dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, informasi
dan komunikasi. Serta sarana dan prasarana pendukung didalam pengamanan bentuk
ancaman yang bersifat multi dimensional yang bersumber dari permasalahan
ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya.
Oleh
karena itu. kemajuan dan perkembangan IPTEK sangat diperlukan dalam upaya
mempertahankan segala kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia serta menjawab
segala tantangan zaman. Dengan penguasaan IPTEK kita dapat tetap menjaga
persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sesuai dengan sila ketiga yang berbunyi
Persatuan Indonesia.
Maka dari itu,
IPTEK dan Pancasila antara satu dengan yang lain memiliki hubungan yang
kohesif. IPTEK diperlukan dalam pengamalan Pancasila, sila ketiga dalam menjaga
persatuan Indonesia. Di lain sisi, kita juga harus tetap menggunakan
dasar-dasar nilai Pancasila sebagai pedoman dalam mengembangkan Ilmu
Pengetahuan dan Tekhnologi agar kita dapat tidak terjebak dan tepat sasaran
mencapai tujuan bangsa.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dari uraian yang
telah dikemukakan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa setiap detik yang
terlewati selalu menghasilkan perubahan dan perkembangan. Di Era Globalisasi
ini segala upaya dilakukan demi kemajuan taraf hidup dan martabat manusia
sebagai ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Berbagai buah pikiran manusia telah
terlahir menandakan dunia Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi terus berkembang.
Bangsa Indonesia yang merupakan bangsa berkembang, selalu berusaha mengejar
segala kemajuan dan perkembangan IPTEK. Disadari atau tidak gejala globaisasi
sudah terjangkit di negeri ini. Ketergantungan masyarakat terhadap hasil karya
perkembangan IPTEK semakin melekat. Pemerintah sebagai pihak pemegang amanat
mau tidak mau harus mengikuti irama kehidupan bangsa ini. Layaknya sang
eksekutif mereka memiliki kewajiban atas nasib bangsa ini. Maka dari itu sudah
sepatutnya mereka menanamkan dasar-dasar nilai Pancasila dalam perkembangan
IPTEK di bumi pertiwi ini. Pantaslah Pancasila dijadikan pijakan dalam
melangkah sebab telah diakui bahwa Pancasila merupakan ideologi bangsa
Indonesia yang tak lekang oleh waktu. Sila-sila pancasila harus menjadi sumber
nilai, kerangka pikir serta basis moralitas bagi pengembangan IPTEK. Sehingga
ke depannya segala perkembangan dan kemajuan IPTEK yang telah dicapai tidak
salah arah dan tepat pada tujuan, yaitu menciptakan masyarakat yang adil,
makmur dan sejahtera dengan kunci dasar persatuan rakyat Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Kaelan. 2008. Pendidikan Pancasila.
Yogyakarta: Paradigma.
Poetranto, Tri. 2008. Pengembangan Strategi
Pertahanan Untuk Menanggulangi Kemungkinan Disintegrasi Bangsa Dalam Rangka
Meningkatkan Ketahanan Nasional.
Suprihatini, Amin dkk. Kewarganegaraan Kelas
XI. Klaten: Cempaka Putih.
http://aditiaa.blogspot.com/2009/03/pancasila-sebagai-dasar-pengembangan.html Diakses 02
Desember 2018

Subhanallahh.. Sukses selalu kawann semoga menjadi yg terbaik
BalasHapusHehe ..Amin terimakasih banyak kawan atas do'anya do'anya
BalasHapus