Sabtu, 19 Oktober 2019
Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang - Pengurus dan Badan Otonom Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Jabung melakukan kirab Panji atau lambang NU pertama. Agenda itu dilakukan dalam kaitan memperingati hari santri nasional tahun 2019.
Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus PCNU Kabupaten Malang dan pengurus MWCNU Kec. Jabung diantaranya (Mutasyar NU Kec. Jabung), KH. Samsul Huda dan Bapak Drs. Mukibat, M. Pd, serta beberapa Badan Otonom NU Kec. Jabung.
Kegiatan diawali dengan penyambutan rombongan kirab panji dari PCNU Kab. Malang di depan masjid Miftahul Ulum Desa Sukolilo. Setelah itu dilanjutkan kirab menuju lapangan Kemantren Jabung.
Selanjutnya para pengurus PCNU Malang dan Ansor serta Banser Jabung melakukan kirab Panji NU atau duplikat lambang NU pertama yang dilakukan dari lapangan Desa Kemantren menuju kantor MWCNU Jabung serta dilanjutkan dengan acara serah terima panji NU dari PCNU Kab. Malang kepada pengurus MWCNU Kec. Jabung.
’’Kirab ini adalah bentuk seremonial pemantapan ideologi Aswaja Annahdliyah yang selama ini menjadi dasar pergerakan para santri NU,’’ ujar Koordinator Kirab Panji NU, Yatimul Ainun.
Dari kantor MWCNU Jabung, kirab dilanjutkan menuju pondok pesantren Sunan Kalijogo Sukolilo Jabung dan langsung disambut oleh KH. Ali Muzaki Nur Salim serta semua santri yang ingin menyaksikan acara serah terima panji NU.
Acara serah terima panji NU berlangsung begitu khidmat dan sakral, terbukti karena semua yang hadir pada saat itu turut terbawa suasana saat beliau KH. Ali Muzaki Nur Salim menerima dan mencium bendera panji NU.
Ketua Tim Ngaji Digital, Zulham Akhmad Mubarrok menambahkan, rangkaian kirab panji akan dilengkapi dengan penguatan kapasitas jamaah NU di bidang teknologi informasi dan sosial media.
Hal itu dilakukan untuk menyiapkan kader NU di era digitalisasi 5.0. Karena saat ini, warga NU yang sebagian besar berada di desa-desa harus mampu mengejar ketertinggalan dalam berbagai hal yang berkaitan dengan teknologi informasi.’’Selain ngaji digital, Tadarus Aswaja juga ada sosialisasi tanggap bencana,” kata Zulham.
Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang - Pengurus dan Badan Otonom Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Jabung melakukan kirab Panji atau lambang NU pertama. Agenda itu dilakukan dalam kaitan memperingati hari santri nasional tahun 2019.
Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus PCNU Kabupaten Malang dan pengurus MWCNU Kec. Jabung diantaranya (Mutasyar NU Kec. Jabung), KH. Samsul Huda dan Bapak Drs. Mukibat, M. Pd, serta beberapa Badan Otonom NU Kec. Jabung.
Kegiatan diawali dengan penyambutan rombongan kirab panji dari PCNU Kab. Malang di depan masjid Miftahul Ulum Desa Sukolilo. Setelah itu dilanjutkan kirab menuju lapangan Kemantren Jabung.
Selanjutnya para pengurus PCNU Malang dan Ansor serta Banser Jabung melakukan kirab Panji NU atau duplikat lambang NU pertama yang dilakukan dari lapangan Desa Kemantren menuju kantor MWCNU Jabung serta dilanjutkan dengan acara serah terima panji NU dari PCNU Kab. Malang kepada pengurus MWCNU Kec. Jabung.
’’Kirab ini adalah bentuk seremonial pemantapan ideologi Aswaja Annahdliyah yang selama ini menjadi dasar pergerakan para santri NU,’’ ujar Koordinator Kirab Panji NU, Yatimul Ainun.
Dari kantor MWCNU Jabung, kirab dilanjutkan menuju pondok pesantren Sunan Kalijogo Sukolilo Jabung dan langsung disambut oleh KH. Ali Muzaki Nur Salim serta semua santri yang ingin menyaksikan acara serah terima panji NU.
Acara serah terima panji NU berlangsung begitu khidmat dan sakral, terbukti karena semua yang hadir pada saat itu turut terbawa suasana saat beliau KH. Ali Muzaki Nur Salim menerima dan mencium bendera panji NU.
Ketua Tim Ngaji Digital, Zulham Akhmad Mubarrok menambahkan, rangkaian kirab panji akan dilengkapi dengan penguatan kapasitas jamaah NU di bidang teknologi informasi dan sosial media.
Hal itu dilakukan untuk menyiapkan kader NU di era digitalisasi 5.0. Karena saat ini, warga NU yang sebagian besar berada di desa-desa harus mampu mengejar ketertinggalan dalam berbagai hal yang berkaitan dengan teknologi informasi.’’Selain ngaji digital, Tadarus Aswaja juga ada sosialisasi tanggap bencana,” kata Zulham.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar